Sinopsis:
Drama ini merupakan drama favorit tahun 2019 menurut penulis pribadi. Ceritanya sangat kompleks mengenai perebutan kekuasaan. Drama ini berlatar di suatu tempat yang bernama Arthdal. Latar waktunya adalah sebelum jaman kerajaan, saat itu mereka terbagi atas suku-suku. Beberapa suku yang besar kemudian mendirikan sebuah serikat dagang yang dipimpin oleh Sanung Rinuha. Sanung Rinuha berasal dari suku Saenyeok, salah satu suku yang besar dan berpengaruh dalam pembangunan di Arthdal.
Di Arthdal sendiri terdapat tiga macam ras dan sekitar 300 suku. Mereka memiliki ciri fisik dan bahasa yang berbeda-beda. Pertama ada Ras Neanthal yang tinggal di Dataran Bulan, mereka hanya terdiri dari satu suku dan jumlah mereka tak sebanyak suku lain. Neanthal memiliki ciri darah yang berwarna biru, fisik yang kuat, memiliki gerakan yang cepat dan dapat melihat dalam keadaan gelap. Mereka juga memiliki kemampuan spiritual bermimpi melihat masa depan. Singkatnya mereka adalah suku yang paling kuat. Mereka sedikit tertutup namun sebenarnya mereka berhati baik.
Kemudian ada Ras Saram adalah ras mayoritas suku di Arthdal. Ciri-ciri mereka adalah seperti manusia pada umumnya yang berdarah merah dan tak memiliki kemampuan fisik khusus. Mereka tak bisa bermimpi ketika tidur. Mereka berbicara bahasa Korea. Saram cenderung lebih cerdas dibanding Neanthal, namun hal ini juga menjadikan mereka licik dan serakah.
Ras terakhir adalah Ras Igutu. Ras ini adalah ras campuran dari Neathal dan saram. Ciri fisiknya ada diantara Neathal dan Saram, darahnya berwarna ungu, fisiknya cukup kuat dan otaknya cerdas. Igutu juga mewarisi kemampuan bermimpi Neathal. Ras ini tidak terlalu banyak karena mereka dianggap sebuah kutukan berhubung perselisihan yang terjadi antar Neathal dan Saram.
Konflik dalam drama ini bermula ketika Saram yang berhasil mengembangkan sistem pertanian berniat mengajak Neathal bekerja sama. Neathal menolak permintaan tersebut tak mengizinkan Saram bercocok tanam di Daratan Bulan. Merasa marah, kemudian Saram merebut Dataran Bulan secara paksa. Mereka menyadari bahwa kekuatan Neathal sangat besar meskipun jumlah mereka sedikit. Saram mengunakan akal jahat, suku Bachidore yang terkenal akan kemampuan dalam menyembuhkan penyakit (tabib) diminta membuatkan ramuan yang dapat melemahkan kekuatan Neathal.
Kemudian mereka mengirim Asa Hon (Choo Ja-hyun), yang juga menjadi intepreter saat negosiasi dan untuk mengantar hadiah yang telah diberi ramuan. Ketika kondisi Neathal melemah, mereka menyerang secara tiba-tiba. Saat itu banyak Neathal yang terbunuh. Merasa bersalah, Asa Hon membantu seorang pria Neathal menyelamatkan bayi-bayi Neathal. Mereka kabur dan bersembunyi bersama. Saram terus mengejar Neathal selama bertahun-tahun. Sementara itu Asa Hon dan pria Neathal itu saling mencintai dan mereka memiliki dua orang anak kembar berdarah igutu.
Suatu hari suami Asa Hon di bunuh pasukan saram yang dipimpin Ta-gon (Jang Dong-gun), anak Sanung Rinuha. Ta-gon kemudian membawa anak itu meskipun mengetahui dia igutu. Dia secara rahasia merawat anak itu dan di beri nama Saya (Song Joong-ki).
Sementara Asa Hon kabur dan bersembunyi bersama satu orang anaknya yang diberi nama Eun-seom (Song Joong-ki). Mereka bertahun-tahun mencoba mencari jalan untuk menuruni Tebing hitam besar agar dapat meninggalkan Arthdal dan menuju ke Iark. Setelah sepuluh tahun, mereka akhirnya berhasil. Mereka bertemu suku Wahan yang ternyata bicara dengan bahasa yang sama dengan mereka.
Konflik semakin besar ketika Ta-gon yang telah memimpin pembantaian hampir seluruh suku Neathal mulai menyusun rencana untuk menuruni tebing dan menjadikan orang-orang di Iark budak. Suku wahan yang menolong Eun-som juga turut di serang oleh pasukan Ta-gon. Pasukan yang dipimpin oleh Moo-baek (Park Hae-jun) ini berhasil menangkap suku Wahan termasuk Tanya (Kim Ji-won) anak ketua suku wahan yang sangat dekat dengan Eun-som. Sementara Eun-som berhasil kabur dengan menunggang kuda.
Ta-gon memiliki ambisi yang sangat besar, yakni menjadi raja. Dia bahkan membunuh ayahnya sendiri agar dapat menggantikan posisi ayahnya sebagai ketua serikat. Tanya dapat membuktikan bahwa dia adalah keturunan langsung Asa Sin, pendiri Arthdal. Tanya kemudian dijadikan pendeta suci dan terlibat dalam politik kepentingan Ta-gon demi menyelamatkan sukunya. Sementara Eun-som yang berusaha menyelamatkan suku wahan justru terjebak menjadi budak. Saya, saudara kembarnya membantu Ta-gon yang dianggap ayah untuk mewujudkan ambisinya menjadi raja.
Review:
Setelah membaca sinopsisnya cukup menggambarkan bagaimana kompleksnya drama ini. Secara teknis drama ini sangat bagus, setting tempatnya tampak sangat bagus dan real. Penampilan pakaian dan makeup tokoh-tokoh dalam drama ini juga sangat mendukung penggambaran kisah yang terjadi di masa lalu. Akting aktor-aktrisnya juga sangat bagus. Drama ini unik dan berbeda dari kebanyakan drama Korea lainnya. Song Joong-ki yang comeback setelah vakum cukup lama juga menampilkan akting yang sangat keren. Dia bisa memerankan dua orang yang memiliki karakter yang bertolak belakang dengan porsi yang pas pada masing-masing karakter.
Meski drama ini kompleks, namun sangat detail. Setiap tokoh diberi identitas dan latar belakang yang jelas. Ada banyak figuran juga, namun semuanya sangat efektif dan dapat mempengaruhi jalan cerita. Satu hal yang paling mengagumkan adalah bahasa tiap suku yang berbeda. Hal-hal itu pastinya memberi angin segar dalam drama Korea, hal ini menjadikan drama ini wajib di tonton.
Spoiler:
Setting drama ini adalah sebelum jaman kerajaan, namun konflik yang terjadi cukup relevan dengan keadaan saat ini. Ras saram dalam drama ini secara fisik digambarkan seperti umumnya manusia saat ini, mereka juga berbicara bahasa korea. Mereka serakah dan haus kekuasaan, mereka menindas suku yang lemah dan memusuhi ras yang tak sesuai dengan kepentingan mereka. Secara tidak langsung drama ini mengkritisi kondisi kita saat ini yang berperilaku seperti Saram.
Konflik yang terumit adalah permasalahan politik. Ta-gon dalam drama ini mewakili seorang yang penuh ambisi, dia melakukan berbagai hal jahat untuk mencapai tujuanya. Dia juga memanipulasi dan menjadikan kepercayaan (agama) sebagai alat politik untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat.
Memang sangat kompleks dan agak sulit di pahami, namun drama ini tetap wajib di tonton. Sebenarnya season satu ini masih permulaan, konflik besar dan perang akan terjadi di season dua. Tanya yang telah menjadi pendeta suci awalnya membantu Tagon untuk menguatkan posisinya sehingga memiliki kekuatan untuk melawan Ta-gon. Sementara Eun-som yang dianggap titisan Aramun Haesulla/ Inaishingi secara perlahan mengumpulkan kekuatan dengan menyatukan suku-suku yang berselisih dan menyelamatkan para budak. Saudara kembarnya, Saya sangat mendukung ambisi Ta-gon namun bagaimana sikapnya selanjutnya jika dia mengetahui latar belakangnya yang sesungguhnya? Semoga season dua segera tayang untuk menjawab semua itu.
Comments
Post a Comment