Review Drama Korea The King 2 Hearts: Drama yang Menguras Emosi

Sinopsis:

Drama ini merupakan drama fiksi dimana korea dipimpin oleh raja, sementara sistem pemerintahan monarki sendiri telah dihapuskan pada tahun 1910. Drama ini mengisahkan tentang Raja Korea yang ingin memperbaiki hubungan Korea Selatan dan Utara. Cita-cita tersebut kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang merupakan raja selanjutnya yang bernama Lee Jae-kang. Raja Lee Jae-kang(Lee Sung-min) menyatukan Korea Selatan dan Utara dengan cara membuat tim gabungan untuk berpartisipasi di WOC (World Officer Championship), sebuah kompetisi internasional antar tentara.
Tim ini terdiri dari tiga tentara Korea Selatan dan tiga tentara Korea Utara. Salah satu perwakilan Korea Selatan adalah Lee Jae-ha (Lee Seung-gi), seorang pangeran yang merupakan adik raja. Lee Jae-ha sebenarnya kurang kompeten, selama latihan militernya dia tidak serius dan hanya pembuat onar. Raja sengaja memaksa adiknya mengikuti WOC agar bisa mengubah perilaku adiknya sekaligus menunjukkan keseriusannya dalam membangun hubungan yang baik dengan Utara dengan berpartisipasinya keluarga kerajaan.
Sementara salah satu perwakilan Utara adalah seorang perwira wanita yang menjadi instruktur pasukan khusus yang bernama Kim Hang-ah (Ha Ji-won). Ia sangat kompeten dan ahli bela diri, jadi ia terpilih menjadi ketua tim. Latihan gabungan pun diselenggarakan dan berjalan baik, namun sikap pangeran yang sombong dan tak bisa diatur membuatnya mengancam pangeran. 
Seperti yang diduga kebencian diantara mereka ternyata menimbulkan perasaan cinta tanpa mereka sadari. Raja sebenarnya memang berniat menikahkan adiknya dengan wanita Korea Utara untuk membuat hubungan Selatan-Utara semakin erat. Ketika mengetahui perasaan adiknya, dia pun memutuskan menyetujui hubungan Lee Jae-ha dan Gim Hang-ah.
Di tengah usaha perdamaian korea Selatan dan Utara, ada seorang yang tidak menyukai hal tersebut. John Mayer atau Kim Bong-gu (Yoon Je-moon), pemilik Club M yang terdiri dari 40 perusahaan termasuk perusahaan senjata. John Mayer merasa akan rugi apabila Korea Selatan dan Utara berdamai. John Mayer pun melakukan segala upaya agar Utara dan Selatan terus berseteru dan berperang. Lee Jae-ha dan Kim Hang-ah pun terus berusaha menghentikan perang dengan cara apapun.
Tentara lain dari Korea Selatan yang mengikuti pelatihan adalah Eun Si-kyung (Jo Jung-suk),  anak dari sekertaris kerajaan. Awalnya dia berselising dengan Lee Jae-ha, namun pada akhirnya menjadi orang kepercayaannya. Dia juga terpaut kisah cinta dengan adik pangeran Lee Jae-shin (Lee Yoon-ji).

Review:

Drama ini menampilkan bagaimana jika kerajaan Korea bertahan hingga sekarang. Secara penampilan dan peraturan, mereka sudah sangat berbeda dari kerajaan Jeoseon yang ditampilkan di drama kolosal. Kerajaan modern dalam drama ini justru lebih mirip kerajaan inggris namun masih kental akan budaya Korea Selatan.
Selain menampilkan kerajaan Korea Selatan, drama ini juga menampilkan kehidupan di Korea Utara. Mereka punya aksen yang berbeda dan masih menggunakan handphone jadul. Pikiran mereka juga tak seterbuka kebanyakan orang Korea Selatan. 
Konflik dalam drama ini sangat rumit. John Mayer yang sangat kaya dan memiliki pengaruh di berbagai negara membuatnya sulit ditangkap. Banyak adegan-adegan yang menguras emosi. Di sisi lain juga banyak adegan yang sweet bagaimana hubungan para tentara Utara-Selatan setelah WOC. Hubungan Lee Jae-ha dan Gim Hang-ah yang meskipun saling berkata kasar namun saling menyayangi dan berhasil menyatukan kedua negara.

Spoiler:

Meskipun cerita dalam drama ini fiksi, namun drama ini mengambarkan bagaimana dampak perang sebelumnya antara Korea Selatan dan Utara. Mereka tidak memiliki kepercayaan satu sama lain dan saling membenci. Hal ini membuat mereka tak bisa berpikir objektif bahkan setelah berdamai. Hal tersebutlah yang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu seperti John Mayer.
Ending drama ini adalah pernikahan antara Lee Jae-ha dan Gim Hang-ah yang menjadi simbol perdamaian Selatan dan Utara. Drama ini seolah memberi kritik akan kebencian yang mengakibatkan perang saudara dan hal tersebut hanya dapat diselesaikan dengan cinta. Pada dasarnya meskipun berbeda negara, tujuan dan kepentingan semua manusia sama, tak ada yang menginginkan perang. Hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Comments