Review Drama Korea My Girl Friend Is Gumiho: Pacaran Sama Siluman Cantik

Sinopsis:

Drama ini menceritakan tentang Cha Dae Woong (Lee Seung-gi) seorang mahasiswa di sebuah sekolah akting. Kedua orang tuanya telah meninggal, dia tinggal bersama kakeknya dan bibinya belum menikah sejak kecil. Kakeknya sangat memanjakannya sejak kecil, sehingga sifatnya ini terbawa hingga dewasa. Cha Dae Woong dan kakeknya terlibat perselisihan akibat Cha Dae Woong membeli motor dengan uang yang diberikan kakeknya untuk membayar sekolah. Karena marah, kakeknya ingin memindahkan Cha Dae Woong ke sekolah lain di Seoul.
Cha Dae Woong yang saat itu bercita-cita menjadi aktor laga menolak keras keinginan kakeknya, ditambah lagi dia akan segera mengikuti casting film action. Saat kabur dari rumah Cha Dae Woong tersesat sampai ke sebuah kuil. Dia menggambar 9 ekor pada lukisan rubah kuno sehingga muncullah Gumiho (Shin Min-a). Menurut kepercayaan Korea gumiho ini semacam siluman rubah yang memiliki 9 ekor. Karena tidak menyukai kecantikannya, seseorang menyebarkan gosip bahwa Gumiho membunuh manusia. Sejak saat itu tidak ada yang mau menjadi suami Gumiho. Dewa kemudian memotong ekornya dan memenjarakannya ke dalam lukisan.
Cha Dae Woong yang menggambar ekornya membuat dia bisa keluar dari lukisan. Cha Dae Woong ketakutan melihat Gumiho sehingga dia terjatuh dan cedera parah. Gumiho menyembuhkan Cha Dae Woong dengan manik miliknya. Butuh waktu yang lama agar Cha Dae Woong bisa sembuh, jadi gumiho selalu mengikutinya. Karena Cha Dae Woong membutuhkan kondisi fisik yang prima untuk audisi, dia kemudian tinggal bersama Gumiho di sekolah. Cha Dae Woong akhirnya bisa mendapatkan peran yang dia inginkan dan mulai syuting film. Cha Dae Woong lambat laun berubah menjadi lebih dewasa, dia juga tidak lagi menghamburkan uangnya karena harus memberi makan Gumiho daging sapi.
Perubahan sikap Cha Dae Woong membuat kakeknya senang dan mengira dia sedang menjalani hubungan dengan Gumiho. Dia juga sangat menyukai Gumiho yang bisa mengubah perilaku cucunya. Sementara bibinya sedikit khawatir, takut keponakannya menikah mendahuluinya. Bibi Cha Dae Woong kemudian jatuh cinta pada Ban Sun-nyeo (Hyomin), sutradara yang menyutradarai film yang dibintangi Cha Dae Woong. Pada akhirnya dia mendukung Cha Dae Woong dan Gumiho agar bisa sering mengunjunginya disekolah dan bertemu sutradara Ban Sun-nyeo. Sedangkan orang yang paling tidak menyukai Gumiho adalah Eun Hye-in (Park Soo-jin), kakak kelas Cha Dae Woong yang sudah lama menyukainya.
Kemudian muncul Park Dong Joo (No Min-woo), seorang makhluk abadi sejenis Gumiho. Dia menyukai Gumiho karena mengingatkan dia akan wanita yang dicintainya di masa lalu. Gumiho meminta bantuannya agar bisa menjadi manusia. Dia kemudian memberi tahu Gumiho untuk menitipkan  maniknya pada lelaki yang dipercayainya selama 100 hari dan meminum ramuan darinya. Gumiho membuat kesepakatan dengan Cha Dae Woong, kemudian satu-persatu ekornya menghilang. Ternyata ada satu hal penting yang tidak disampaikan Park Dong Joo, setelah 100 hari Cha Dae Woong akan mati. Cha Dae Woong dan Gumiho yang sudah saling mencintai tidak ingin salah satu diantara mereka mati. Apakah mereka berdua bisa selamat dan happy ending?

Review:

Drama ini merupakan drama fantasi, idenya sangat menarik menggabungkan mitos dan kehidupan modern. Para aktor dan aktris yang bermain di sini juga bagus-bagus bahkan figurannya sekalipun. Efek visual merupakan salah satu yang terpenting dalam drama fantasi semacam ini dan efek visual di sini berhasil sih. Ada beberapa detail yang masih kurang ya wajar juga sih drama ini kan agak jadul. Namun masih tetap bisa dinikmati dan menghibur.
Gumiho di sini digambarkan sangat cantik dan polos. Seperti rubah, dia kuat dan penciumannya juga sangat tajam. Akibat ratusan tahun terkurung di kuil, jadi tingkahnya agak sedikit lucu dan aneh. Dia sangat menyukai soda dan karena terlalu polos dia mengira closet adalah sumur. Sebaliknya Cha Dae Woong ini tipe pemberontak, jadi dia sering melawan kakeknya. Namun dia bisa sangat bersemangat menekuni bidang yang disukainya. Berlaku juga dalam memperjuangkan orang yang dia cintai.
Unsur komedi dalam drama ini sangat banyak, terutama kisah cinta bibi Cha Dae Woong dan sutradara. Mereka sudah sangat absurd sejak pertama kali ketemu. Selain mereka ada juga kedua sahabat Cha Dae Woong , Ban Doo-hong (Sun Dong-il) dan Kim Byung Soo (Kim Ho-chang). Bisa dibilang mereka saling menyukai namun terjebak friendzone. Tingkah bodoh mereka berdua justru terlihat lucu. Tingkah kakek Cha Dae Woong juga lucu, bisa dibilang masih kekanakan.
Kurang pas rasanya kalau drama Korea tanpa antagonis, Eun Hye-in menjadi antagonis karena takut kalah bersaing dengan Gumiho. Dia bekerjasama dengan Park Dong Joo, namun akhirnya mereka bertengkar karena Eun Hye-in  berusaha mencelakai Gumiho. Padahal keduanya  sama saja Park Dong Joo juga bisa mengancam jiwa Cha Dae Woong. Secara keseluruhan drama ini cukup oke sih untuk drama yang ringan dan menghibur.

Spoiler:

Endingnya cukup tak terduga, Gumiho menghilang begitu saja. Tapi berhubung janji nenek tiga dewa akhirnya Gumiho bisa kembali. Dia tetap menjadi gumiho, bukan manusia karena judulnya my girlfriend is Gumiho.

Comments